
Pagi itu tidak seperti biasanya, raut muka Ashley kelihatan murung, tampak kesedihan yang teramat sangat tercermin di sana. Canda, tawa, dan semangatnya seakan sirna, kebiasaannya bersenandung setiap saat pun tak ada, tak sepatah katapun sempat terucap dari bibirnya.
Ashley terus bertanya-tanya dalam hati, “Memangnya salah ya kalau punya cita-cita jadi pelukis? Memangnya aku nggak pantas jadi pelukis? Kenapa papa nggak suka aku jadi pelukis?..” . Tiba-tiba Ashley menjatuhkan air matanya. Ia menangis. Ibunya yang akan pergi ke kantor mendengar tangisan itu.
“Kenapa, shley?” “Ma, papa itu kenapa sih? Kenapa aku nggak boleh jadi pelukis?” “Mama nggak tahu ya, sayang. Kalo papa nggak bolehin kamu ngelukis, ya mulai sekarang nggak usah ngelukis lagi, dari pada papa marah lagi” “Tapi, ma….” “Udahlah. Mama mau ke kantor dulu ya, sayang. Dadah.”
Ashley mencoba menahan semua rasa sedihnya, ia tidak mau terlalu lama tenggelam dalam kesedihan.
Bel berbunyi, semua murid sesegera mungkin masuk ke kelas mereka masing-masing. Di kelas 7F, semua murid berbincang-bincang kecuali Ashley. Ia masih larut dalam kesedihan. Tiba-tiba, Ardine teman sebangku Ashley mengagetkannya
“Ashley…!!!”
“A
... baca selengkapnya di Cita-Cita Ashley Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Cara Order
Apabila anda ingin membeli produk ini, Kirim email ke namaemailanda@yahoo.co.id atau sms ke no. 08123456789 sertakan jenis order anda (nama barang/kode barang, nama anda, email anda dan no. telp). Terimakasih ^_^Berita Terbaru
Produk Populer
-
Oleh: Ardian Wahyudi “Di kantor saya bermasalah dengan atasan saya, setiap hari ada saja yang membuat dia marah kepada saya. Teman-teman k...
-
Konsep dan pengertian tentang sesuatu adalah hasil penalaran berpikir berbasiskan pengamatan inderawi (observasi empirik). Pola pemahaman b...
-
Pagi yang cerah, puluhan sepeda motor berjejer, berbaris rapi di depan PT MCS, sebuah pabrik perakitan komputer yang konon terbesar di jawa ...

0 comments:
Post a Comment